Anak saya, Rayhan (biasanya kami memanggil kak Ray), senang sekali diajak ke toko buku. Meskipun yang dicari bukan isi bukunya. Ta...

Sering Ajak Anak ke Toko Buku





Anak saya, Rayhan (biasanya kami memanggil kak Ray), senang sekali diajak ke toko buku. Meskipun yang dicari bukan isi bukunya. Tapi cover bukunya yang nggak jauh jauh dari mobil, mobil dan mobil. Sebelum berangkat, saya dan istri sepakat untuk membatasi buku yang dibeli. Karena kalau tidak, kami bisa bangkrut memenuhi permintaanya untuk membeli buku (favoritnya). Sehingga sebelum berangkat kami sudah memberi batasan sehingga kak Ray sadar diri. Pada waktunya, ketika sudah mempunyai uang hasil sendiri dari menabung, kak Ray menjadi lebih bebas membeli buku.

dek Arsen 
Kesukaan membaca membeli buku, memang sudah kami perkenalkan sejak dini. Awalnya kami membacakan buku cerita, mengenalkan buku gambar untuk media coretannya (meski banyak coretan di tembok).  
Kesukaannya dengan buku juga menular ke adiknya, Arsenio (biasa kami memanggil dek Arsen). Bahkan diumurnya yang baru 2 tahun, memiliki kebiasaan menggambar di tembok buku gambar dan membaca meskipun belum jelas membaca apa, hehehe...

Back to topic, akhirnya berempat naik motor ke Toko Buku Toga Mas, Jln. Biliton. Suasana habis hujan memang syahdu naik motor berduaempat. Tidak kurang 15 menit, sampai ke Toko Buku Toga Mas. Di depan, dek Arsen sudah antusias untuk masuk ke dalam, dan seperti biasa kalau lihat jam, seperti melihat harta karun hehehe..
Kak Ray, akhirnya memilih buku tulis Study Set dengan tema Minion, karena belum ada buku cerita bergambar yang menarik. Cukup cepat memilihnya, mungkin karena sudah ngantuk. Walaupun akhirnya Study Set yang dipilih bertema Car (McQueen). Cukup murah nggak sampai 50rb, kembalian masih bisa dibelikan gorengan atau nasi goreng satu porsi :).

Setelah menebus Study Set tersebut, cerita berakhir di jalan. Dimana Kak Ray sudah tertidur lelap di jok depan.
Dan Unboxing ditunda besok...

ada catatan menarik dengan Toko Buku atau Perpustakaan, disini saya menukil dari web ini 

  1. Pergi ke toko buku membuat anak menyaksikan orang-orang yang tertarik dengan buku. Pemandangan yang akan membuatnya tertarik untuk mencoba membaca. Kalau orang lain suka membaca, mengapa saya tidak mencoba? Pada fase berikutnya mengetahui orang lain suka membaca akan merawat semangatnya untuk membaca dan belajar.
  2. Pergi ke toko buku membuat anak menyaksikan buku sebagai sesuatu yang berharga. Orang bersedia mengeluarkan uang untuk membaca apa yang disukainya. Pasti ada misteri di balik buku sampai orang mau bersusah payah mendapatkannya. Saya juga ingin tahu misteri yang ada dalam buku.
  3. Pergi ke toko buku membuat anak berjumpa beragam buku, berbagai genre, berbagai jenis, banyak penulis dan beragam kategori usia pembaca. Anak akan mendapat beragam stimulasi, apapun kegemarannya, apapun kecerdasan majemuknya. Suka cerita? Ada. Suka memasak? Ada. Suka robot? Ada. Suka memancing? Ada. Suka menyanyi? Ada. Dan banyak kegemaran lainnya.
  4. Pergi ke toko buku membuka kesempatan untuk berjumpa dengan anak lain yang mempunyai kegemaran atau minat yang sama. Berkenalan dengan teman yang mempunyai minat yang sama merupakan salah satu faktor yang merawat ketekunan belajar anak.
  5. Pepatah lama, berkumpul dengan maling, jadi maling; berkumpul dengan orang alim, jadi orang alim. Ingin anak anda cerdas? Berkumpullah dengan orang cerdas. Salah satu tempat berkumpulnya orang cerdas ya di toko buku.
Salam Open Source!!

0 komentar:

Search This Blog